YogyakartaOnline.Com

Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Travel Jelajah Nusantara Menikmati Indahnya Pulau Sumbawa
Banner

Menikmati Indahnya Pulau Sumbawa

E-mail Print PDF
Pulau Sumbawa sangat kontras dengan keadaannya dengan Pulau Lombok. Suasana pedesaan di Pulau Sumbawa, khususnya di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan Sumbawa Besar, sangat terasa. Hal ini dapat dirasakan ketika melintas jalan Lintas Sumbawa dari pelabuhan Poto Tano menuju kota Sumbawa Besar dan Taliwang. Jalan halus dan banyak yang lurus sehingga memancing pengendara untuk memacu kendaraan.

Namun berkendara di Lintas Sumbawa harus hati-hati. Sebab di sepanjang jalan yang lurus sering ditemui segerombolan sapi, kambing, kerbau dan kuda tanpa diikat tali. Hewan ternak ini sesekali memotong jalan untuk pindah dari kiri ke kanan atau sebaliknya dari kanan ke kiri jalan untuk mendapatkan rumput yang lebih banyak. Hewan-hewan ini sengaja tidak dikandangkan oleh pemiliknya. Sehingga hewan ini berada di pinggir jalan baik siang maupun malam hari. ''Banyak pengendara yang tidak hati-hati menabrak kambing atau sapi yang sedang menyeberang jalan,'' kata Alam warga Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa Barat, akhir Desember lalu.

Untuk menuju Pulau Sumbawa dapat ditempuh dengan perjalanan darat dari kota Mataram menuju ke arah timur, Pelabuhan Penyeberangan Kayangan. Perjalanan dari Kota Mataram ke Kayangkan ditempuh kurang lebih tiga jam. Kemudian dari Kayangan menyeberangi laut menuju pelabuhan Poto Tano di Sumbawa Barat kurang lebih satu setengah jam. Tarif untuk penyeberangan satu mobil jenis minibus Rp 400 ribu, sepeda motor Rp 45 ribu. Sedangkan jika menggunakan bus dari Kota Mataram ke Taliwang atau Sumbawa Besar setiap penumpang ditarik ongkos Rp 65-75 ribu.

Selama dalam penyeberangan, penumpang dapat menikmati keindahan laut. Namun dapat juga membuat aktivitas sendiri yang menyenangkan seperti minum kopi, nonton televisi, karaoke dan lain-lain. Kesempatan ini juga digunakan pedagang asongan untuk menawarkan dagangannya. Ada juga penumpang kapal penyebarangan memilih untuk berada di kamar istirahat VIP, tentunya dengan tambahan bayaran. Di kamar VIP, penumpang bisa melihat televisi, berkaraoke atau tidur karena takut mabuk laut.

Di Pulau Sumbawa banyak pilihan pantai yang bisa dikunjungi. Di antaranya, pantai Sekongkang, Maluk, Jereweh dan lain-lain. Namun diantara pantai tersebut paling populer pantai Maluk yang berada di Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat.

Pantai Maluk berada di sebelah selatan Kota Taliwang, ibukota Kabupaten Sumbawa Barat. Dari Taliwang atau Pelabuhan Poto Tano, menggunakan kendaraan sendiri dapat ditempuh kurang lebih satu jam perjalanan. Pantai Maluk ini berdekatan dengan penambangan emas PT Newmont Nusa Tenggara. Sehingga pantai ini telah dilengkapi dengan sejumlah fasilitas. Di antaranya, balai besar yang dilengkapi kursi dan meja untuk melihat keindahan pantai sambil menikmati makanan yang dipesan dari rumah makan di sekitar balai besar tersebut.

Pengunjung bisa juga bermain pasir putih atau berenang di laut. Ombak di pantai ini cukup bersahabat sehingga tidak membahayakan pengunjung. Masyarakat sekitar pantai juga menyewakan kamar untuk pengunjung pantai dengan harga yang terjangkau. ''Sebagian besar pengunjung pantai ini karyawan PT Newmont ketika sedang libur. Khusus bagi pekerja asing lebih senang untuk berselancar ke tengah laut,'' kata Alam.

Sedangkan pekerja PT Newmont Nusa Tenggara kelas menengah atas lebih suka tinggal di Hotel Tropical Beach Club. Hotel ini berada di pinggir Pantai Sekongkang yang mempunyai kamar eksklusif dengan tarif Rp 800 ribu/kamar/hari. Sedang untuk orang tamu domistik tarifnya Rp 300 ribu.

''Hotel ini tidak setiap bulan ramai, hanya bulan Agustus dan Desember yang banyak tamu. Biasanya yang datang ke sini orang asing dan keluarganya. Mereka pegawai Newmont yang sedang off. Lebih ramai kalau Newmont sedang shut down, karena mereka bisa libur sampai satu minggu,'' kata Siska, pegawai Hotel Tropical Beach Club.

Menurut Fahri Hamzah, anggota DPR RI dari Komisi III sebetulnya pantai Maluk ini bisa tampil lebih bagus dan ramai pengunjung jika ada kerjasama yang lebih bagus antara PT Newmont Nusa Tenggara dan Pemkab Sumbawa Barat. ''Bisa melalui promosi yang lebih baik di luar negeri maupun transportasi menuju pantai Maluk,'' kata Fahri Hamzah, akhir Desember 2008 lalu. ***
Last Updated ( Saturday, 17 January 2009 18:55 )  

Berita lainnya...

Banner