YogyakartaOnline.Com

Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Entertainment Seni dan Budaya Tari Kuncung Bawuk
Banner

Tari Kuncung Bawuk

E-mail Print PDF
Era tahun 1970-an, Kucung dan Bawuk merupakan tokoh sandiwara boneka yang ditayangkan di TVRI Stasiun Yogyakarta. Sandiwara boneka karya Habib Bari ini mengisahkan tokoh anak-anak Kuncung dan Bawuk yang mempunyai karakter berbeda.

Kuncung merupakan tokoh anak-anak laki-laki yang senang bergurau, nakal, ngeyelan (keras kepala), dan banyak akalnya. Sedangkan Bawuk menggambarkan seorang anak perempuan yang mempunyai karakter santun, lembut, dan penuh kasih sayang dan selalu mengingatkan kakaknya agar tidak berbuat kelewat batas.

Setelah tiga dekade menghilang, kini dikenalkan tari Kuncung dan Bawuk melalui workshop  yang diikuti guru-guru SD dan tari se Kotamadya Yogyakarta, Ahad (11/1). ''Dengan workshop  ini semoga anak-anak bisa semakin dekat dengan nilai-nilai lokal seperti tata krama yang ada di sekitarnya,'' kata Bekti Budi Hastuti, penggagas tari Kuncung dan Bawuk di Yogyakarta.

Dalam sandiwara anak-anak Kuncung dan Bawuk, digambarkan tentang kebahagiaan dan kesahajaan seluruh keluarga. Anak-anak ditanamkan tata krama dalam pergaulan sehari-hari.

Tari Kuncung dan Bawuk ini diharapkan diajarkan kepada siswa-siswa SD. Melalui workshop tari Kuncung dan Bawuk ini diharapkan bisa menambah perbendaharaan tari. Sekaligus untuk menanamkan nilai-nilai kepada generasi muda. n
Last Updated ( Monday, 12 January 2009 07:32 )  

Berita lainnya...

Banner